Senin, 18 November 2019

Konfigurasi R1 dan R2


Topologi Hospot Share.
HS>R1(ETHER1)>R2>SHARE(HS)
Pengaturan R1:
Aktifkan INTERFACE LIST
Lalu WLAN diaktifkan dan di connect ke INTERNET agar ada data lewat pastikan
Lalu DHCP Client ke WLAN,lanjut ke IP ADDRESS LIST liat ada Simbol D(DYNAMIC)
Beri IP ADDRESS di ETHER 1
Harus sesuai TOPOLOGI HOSTSPOT SHARE meskipun kita colok kabel di ETHER 2,tetap yang di beri IP ADDRESS adalah ETHER 1
Lalu ke DHCP SETUP klik saja hingga selesai(di DHCP server)
Kemudian liat di IP ADDRESS,ke IP POOL (DHCP_POOL)
Pindahkan ke ETHER 1 baru liat NETWORK CONNECTION DETAIL di pengaturan WIFI di DISABLE trus di ENABLE hingga IP ADDRESS yang di dapatkan sama
Agar bisa terkoneksi,kita ke NAT FIREWALL arahkan ke GENERAL OUT INTERFACE WLAN 1.
Pilih ACTION lalu pilih MASGURADE(Agar ketika ingin keluar semuanya kembali ke ETHER 1),APPLY DAN OK.
Uji dengan cara liat di IP ADDRESS,Panggil halaman loginnya(Gateway).
Untuk lebih memastikan koneksinya,cek IP ROUTES klik tambah di Gateway arahkan ke WLAN 1 lalu APPLY DAN OK.
Tambahkan IP DNS SERVER contoh 8.8.8.8 dan ping 8.8.8.8
Baru ke SYSTEM SNTP CLIENT PRIMARY pool.ntp.org lalu APPLY atau 202.65.114.202
Cek lagi SYSTEM LOCK arahkan ke MANUAL >ASIA>KUALA LUMPUR.

Untuk R1 TELAH SELESAI.

Pengaturan R2:
Klik IP DHCP SERVER di tambah>OK(kalo benar BOUND)
INTERFACE WLAN 1 ,aktifkan WIRELESS kalian bila sudah aktif,pilih mode AP BRIDGE klik APPLY dan OK.
Beri IP ADDRESS di WLAN 1 APPLY>OK.
Lanjut konfigurasi DHCP SERVER >WLAN 1,Kenapa merah(karena belum ada yang terkoneksi).
Atur NAT>OUT INTERFACE Pilih ETHER 1,ACTION MASGURADE>APPLY>OK.
Klik ROUTES tambah,Gateway di ganti ETHER 1..
Pilih IP HOSTSPOT,HOSTSPOT SERVER Pilih ether1,Klik hingga oke

Klik USER>TAMBAH>PROFIL(TAMU).
Selesai.

Macam Ip Address

Kelas A
10.0.0.0 sampai 10.255.255.255 = 16.777.216

Kelas B
172.16.0.0 sampai 172.31.255.255 = 1.048.576

Kelas C
192.168.0.0 sampai 192.168.255.255 = 65.536

LoopBack
127.0.0.0 sampai 127.255.255.255

MultiCast
224.0.0.0 sampai 239.0.0.0

LinkLocal
169.254.0.0 sampai 169.254.255.255

Konfigurasi dasar mikrotik

Langkah-langkah Konfigurasi;
1. atur identity dan password
2. aktifkan wlan1
3. atur security profile lalu masukkan password "samakan seperti passwaord hotspot hp di WPA pre-shared key dan WPA2 pre-shared key"
4. masuk ke wireless lalu wlan1 di scan, star "pilih ssid mu", connect. ubah security profile dengan nama security profilemu
5. buat dhcp client, tambah, pilih wlan 1 lalu ok (tunggu sampai bound)
6. lalu berikan ip pada ether1 dan ether 2
7. masuk ke dhcp server, dhcp setup, atur ether1 dan ether 2
8. wireless, "tambahkan di wi-fi interfaces" (virtual), dengan nama wlan 2 yang berfungsi  sebagai ap bridge
   (ubah security profile dengan nama security profilemu)
9. berikan ip pada wlan 2
10.ke dhcp server, dhcp setup, atur wlan2
11. ke IP, firewall, NAT, out interfaces (wlan1). action (masquearade).
note: ether lan mu harus ada di ether 1
Agar jaringan yang dipakai teratur maka harus diberikan limit.
Langkah-langkah memberikan limit pada hotspot;
1. buka IP, HOTSPOT, hotspot setup ke wlan2 dan kasih name user dan password
2. klik 2x di wlan2 (wireless) lalu ubah nama security profilemu ke default, apply dan ok
3. Queues, tambah dan berikan nama dan atur limit di general dan advanced sesuai keinginan (upload dan download).

Tugas Block situs, Ip, Waktu, dan redirect Situs

1. Buat Identity dan Password router kamu


2. Buat security profile sesuai dengan password wifi yang anda tuju

3. Enable wlan 1→Scan, start, pilih Wifi yang kamu tuju, Connect→pilih security profile yang sudah kamu buat sebelumnya

4. Ip→DHCP Client→Wlan 1→apply jika berhasil akan ada tulisan bound

5. Tambahkan interface wlan 2

6. Buat Bridge 1 dan tambahkan portnya yaitu ether 1-ether 3

7. Tambahkan Ip untuk bridge 1 dan wlan 2 di Ip→Address

8. Ip→DHCP Server→DHCP setup
9. Buat untuk bridge 1 (192.168.10.1-192.168.10.150) dan wlan 2 (192.168.9.1-192.168.9.40)


10. Buat hotspot untuk wlan 2

11. Ip→Firewall→NAT
12. Pilih Out interface nya wlan 2 dan actionnya masquerade agar bisa internetan


13. Enabled Web Proxy isi cache administratornya nama@proxy, setelah itu pilih access dan masukkan apa saja yang ingin di blok dan di redirect (bagian dst port masukkan angka 80)


14. System→SNTP Client→masukkan "id.pool.ntp.org"→enabled dan apply

15. Masuk ke system clock dan masukkan daerahnya

16. Ip→DNS→masukan 8.8.8.8→apply

17. Ip→Firewall→NAT→chain nya dstnat, protocol 6(tcp), dst port 80, actionnya redirect, dan to portnya 8080. Ini agar bisa ngeredirect


18. Ip→Firewall→chainnya input src address nya isi 192.168.10.1-192.168.10.50, protocolnya icmp, in int nya bridge 1, action nya drop. Ini untuk membuat pemilik Ip diatas tidak dapat ping ke router


19. Ip→Firewall→chainnya forward, protocolnya 6(tcp), in int nya wlan 1→extra, time nya masukkan waktu dimana kita tidak boleh menggunakan internet, actionnya drop



20.  Silahkan di test

*pastikan menghapus history di chrome dan menghapus cache di winbox bagian DNS dan Web Proxy

Jika ingin melihat versi videonya ada disini https://youtu.be/E_emUHN9pSM



Mohon Maaf jika ada yang salah
Salam Booyah

DNS


Sistem Penamaan Domain (bahasa Inggris: (Domain Name SystemDNS) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host ataupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surel (email) untuk setiap domain. Menurut browser Google ChromeDNS adalah layanan jaringan yang menerjemahkan nama situs web menjadi alamat internet.
DNS menyediakan pelayanan yang cukup penting untuk Internet, ketika perangkat keras komputer dan jaringan bekerja dengan alamat IP untuk mengerjakan tugas seperti pengalamatan dan penjaluran (routing), manusia pada umumnya lebih memilih untuk menggunakan nama host dan nama domain, contohnya adalah penunjukan sumber universal (URL) dan alamat surel. Analogi yang umum digunakan untuk menjelaskan fungsinya adalah DNS bisa dianggap seperti buku telepon internet di mana saat pengguna mengetikkan www.indosat.net.id di peramban web maka pengguna akan diarahkan ke alamat IP 124.81.92.144 (IPv4) dan 2001:e00:d:10:3:140::83 (IPv6).
Pengertian beberapa bagian dari nama domain
Sebuah nama domain biasanya terdiri dari dua bagian atau lebih (secara teknis disebut label), dipisahkan dengan titik.
·        Label paling kanan menyatakan top-level domain - domain tingkat atas/tinggi (misalkan, alamat www.wikipedia.org memiliki top-level domain org).
·        Setiap label di sebelah kirinya menyatakan sebuah sub-divisi atau subdomain dari domain yang lebih tinggi. Catatan: "subdomain" menyatakan ketergantungan relatif, bukan absolut. Contoh: wikipedia.org merupakan subdomain dari domain org, dan id.wikipedia.org dapat membentuk subdomain dari domain wikipedia.org (pada praktiknya, id.wikipedia.org sesungguhnya mewakili sebuah nama host - lihat dibawah). Secara teori, pembagian seperti ini dapat mencapai kedalaman 127 level, dan setiap label dapat terbentuk sampai dengan 63 karakter, selama total nama domain tidak melebihi panjang 255 karakter. Tetapi secara praktik, beberapa pendaftar nama domain (domain name registry) memiliki batas yang lebih sedikit.
·        Terakhir, bagian paling kiri dari bagian nama domain (biasanya) menyatakan nama host. Sisa dari nama domain menyatakan cara untuk membangun jalur logis untuk informasi yang dibutuhkan; nama host adalah tujuan sebenarnya dari nama sistem yang dicari alamat IP-nya. Contoh: nama domain www.wikipedia.org memiliki nama host "www".
DNS memiliki kumpulan hierarki dari DNS servers. Setiap domain atau subdomain memiliki satu atau lebih authoritative DNS Servers (server DNS otorisatif) yang mempublikasikan informasi tentang domain tersebut dan nama-nama server dari setiap domain di-"bawah"-nya. Pada puncak hierarki, terdapat root servers- induk server nama: server yang ditanyakan ketika mencari (menyelesaikan/resolving) dari sebuah nama domain tertinggi (top-level domain).
Sebuah contoh dari teori rekursif DNS
Sebuah contoh mungkin dapat memperjelas proses ini. Andaikan ada aplikasi yang memerlukan pencarian alamat IP dari www.wikipedia.org. Aplikasi tersebut bertanya ke DNS recursor lokal.
·        Sebelum dimulai, recursor harus mengetahui di mana dapat menemukan root nameserver; administrator dari recursive DNS server secara manual mengatur (dan melakukan update secara berkala) sebuah file dengan nama root hints zone (panduan akar DNS) yang menyatakan alamat-alamt IP dari para server tersebut.
·        Proses dimulai oleh recursor yang bertanya kepada para root server tersebut - misalkan: server dengan alamat IP "198.41.0.4" - pertanyaan "apakah alamat IP dari www.wikipedia.org?"
·        Root server menjawab dengan sebuah delegasi, arti kasarnya: "Saya tidak tahu alamat IP dari www.wikipedia.org, tetapi saya "tahu" bahwa server DNS di 204.74.112.1 memiliki informasi tentang domain org."
·        Recursor DNS lokal kemudian bertanya kepada server DNS (yaitu: 204.74.112.1) pertanyaan yang sama seperti yang diberikan kepada root server. "apa alamat IP dari www.wikipedia.org?". (umumnya) akan didapatkan jawaban yang sejenis, "saya tidak tahu alamat dari www.wikipedia.org, tetapi saya "tahu" bahwa server 207.142.131.234 memiliki informasi dari domain wikipedia.org."
·        Akhirnya, pertanyaan beralih kepada server DNS ketiga (207.142.131.234), yang menjawab dengan alamat IP yang dibutuhkan.
Proses ini menggunakan pencarian rekursif (recursion / recursive searching).
Pengertian pendaftaran domain dan glue records
Membaca contoh di atas, Anda mungkin bertanya: "bagaimana caranya DNS server 204.74.112.1 tahu alamat IP mana yang diberikan untuk domain wikipedia.org?" Pada awal proses, kita mencatat bahwa sebuah DNS recursor memiliki alamat IP dari para root server yang (kurang-lebih) didata secara explisit (hard coded). Mirip dengan hal tersebut, server nama (name server) yang otoritatif untuk top-level domain mengalami perubahan yang jarang.
Namun, server nama yang memberikan jawaban otorisatif bagi nama domain yang umum mengalami perubahan yang cukup sering. Sebagai bagian dari proses pendaftaran sebuah nama domain (dan beberapa waktu sesudahnya), pendaftar memberikan pendaftaran dengan server nama yang akan mengotorisasikan nama domain tersebut; maka ketika mendaftar wikipedia.org, domain tersebut terhubung dengan server nama gunther.bomis.com dan zwinger.wikipedia.org di pendaftar .org. Kemudian, dari contoh di atas, ketika server dikenali sebagai 204.74.112.1 menerima sebuah permintaan, DNS server memindai daftar domain yang ada, mencari wikipedia.org, dan mengembalikan server nama yang terhubung dengan domain tersebut.
Biasanya, server nama muncul berdasarkan urutan nama, selain berdasarkan alamat IP. Hal ini menimbulkan string lain dari permintaan DNS untuk menyelesaikan nama dari server nama; ketika sebuah alamat IP dari server nama mendapatkan sebuah pendaftaran di zona induk, para programmer jaringan komputer menamakannya sebuah glue record.
DNS dalam praktik
Ketika sebuah aplikasi (misalkan web broswer), hendak mencari alamat IP dari sebuah nama domain, aplikasi tersebut tidak harus mengikuti seluruh langkah yang disebutkan dalam teori di atas. Kita akan melihat dulu konsep caching, lalu mengartikan operasi DNS di "dunia nyata".
Caching dan masa hidup (caching and time to live)
Karena jumlah permintaan yang besar dari sistem seperti DNS, perancang DNS menginginkan penyediaan mekanisme yang bisa mengurangi beban dari masing-masing server DNS. Rencana mekanisnya menyarankan bahwa ketika sebuah DNS resolver (klien) menerima sebuah jawaban DNS, informasi tersebut akan di cache untuk jangka waktu tertentu. Sebuah nilai (yang di-set oleh administrator dari server DNS yang memberikan jawaban) menyebutnya sebagai time to live (masa hidup), atau TTL yang mendefinisikan periode tersebut. Saat jawaban masuk ke dalam cacheresolver akan mengacu kepada jawaban yang disimpan di cache tersebut; hanya ketika TTL usai (atau saat administrator mengosongkan jawaban dari memori resolver secara manual) maka resolver menghubungi server DNS untuk informasi yang sama.
Waktu propagasi (propagation time)
Satu akibat penting dari arsitektur tersebar dan cache adalah perubahan kepada suatu DNS terkadang efektif secara langsung dalam skala besar/global. Contoh berikut mungkin akan menjelaskannya: Jika seorang administrator telah mengatur TTL selama 6 jam untuk host www.wikipedia.org, kemudian mengganti alamat IP dari www.wikipedia.org pada pk 12:01, administrator harus mempertimbangkan bahwa ada (paling tidak) satu individu yang menyimpan cache jawaban dengan nilai lama pada pk 12:00 yang tidak akan menghubungi server DNS sampai dengan pk 18:00. Periode antara pk 12:00 dan pk 18:00 dalam contoh ini disebut sebagai waktu propagasi (propagation time), yang bisa didefiniskan sebagai periode waktu yang berawal antara saat terjadi perubahan dari data DNS, dan berakhir sesudah waktu maksimum yang telah ditentukan oleh TTL berlalu. Ini akan mengarahkan kepada pertimbangan logis yang penting ketika membuat perubahan kepada DNS: tidak semua akan melihat hal yang sama seperti yang Anda lihatRFC1537 dapat membantu penjelasan ini.
DNS di dunia nyata
Di dunia nyata, user tidak berhadapan langsung dengan DNS resolver - mereka berhadapan dengan program seperti web brower (Mozilla FirefoxSafariOperaInternet ExplorerNetscapeKonqueror dan lain-lain dan klien mail (Outlook ExpressMozilla Thunderbird dan lain-lain). Ketika user melakukan aktivitas yang meminta pencarian DNS (umumnya, nyaris semua aktivitas yang menggunakan Internet), program tersebut mengirimkan permintaan ke DNS Resolver yang ada di dalam sistem operasi.
DNS resolver akan selalu memiliki cache (lihat di atas) yang memiliki isi pencarian terakhir. Jika cache dapat memberikan jawaban kepada permintaan DNS, resolver akan menggunakan nilai yang ada di dalam cache kepada program yang memerlukan. Kalau cache tidak memiliki jawabannya, resolver akan mengirimkan permintaan ke server DNS tertentu. Untuk kebanyakan pengguna di rumah, Internet Service Provider(ISP) yang menghubungkan komputer tersebut biasanya akan menyediakan server DNS: pengguna tersebut akan mendata alamat server secara manual atau menggunakan DHCP untuk melakukan pendataan tersebut. Namun jika administrator sistem / pengguna telah mengkonfigurasi sistem untuk menggunakan server DNS selain yang diberikan secara default oleh ISP misalnya seperti Google Public DNS ataupun OpenDNS,[1] maka DNS resolver akan mengacu ke DNS server yang sudah ditentukan. Server nama ini akan mengikuti proses yang disebutkan di Teori DNS, baik mereka menemukan jawabannya maupun tidak. Hasil pencarian akan diberikan kepada DNS resolver; diasumsikan telah ditemukan jawaban, resolver akan menyimpan hasilnya di cache untuk penggunaan berikutnya, dan memberikan hasilnya kepada software yang meminta pencarian DNS tersebut.
Sebagai bagian akhir dari kerumitan ini, beberapa aplikasi seperti web browser juga memiliki DNS cache mereka sendiri, tujuannya adalah untuk mengurangi penggunaan referensi DNS resolver, yang akan meningkatkan kesulitan untuk melakukan debug DNS, yang menimbulkan kerancuan data yang lebih akurat. Cache seperti ini umumnya memiliki masa yang singkat dalam hitungan 1 menit.
Penerapan DNS lainnya
Sistem yang dijabarkan di atas memberikan skenario yang disederhanakan. DNS meliputi beberapa fungsi lainnya:
·        Nama host dan alamat IP tidak berarti terhubung secara satu-banding-satu. Banyak nama host yang diwakili melalui alamat IP tunggal: gabungan dengan pengasuhan maya (virtual hosting), hal ini memungkinkan satu komputer untuk malayani beberapa situs web. Selain itu, sebuah nama host dapat mewakili beberapa alamat IP: ini akan membantu toleransi kesalahan (fault tolerance dan penyebaran beban (load distribution), juga membantu suatu situs berpindah dari satu lokasi fisik ke lokasi fisik lainnya secara mudah.
·        Ada cukup banyak kegunaan DNS selain menerjemahkan nama ke alamat IP. Contoh:, agen pemindahan surat Mail transfer agents(MTA) menggunakan DNS untuk mencari tujuan pengiriman E-mail untuk alamat tertentu. Domain yang menginformasikan pemetaan exchange disediakan melalui rekod MX (MX record) yang meningkatkan lapisan tambahan untuk toleransi kesalahan dan penyebaran beban selain dari fungsi pemetaan nama ke alamat IP.
·        Kerangka Peraturan Pengiriman (Sender Policy Framework) secara kontroversi menggunakan keuntungan jenis rekod DNS, dikenal sebagai rekod TXT.
·        Menyediakan keluwesan untuk kegagalan komputer, beberapa server DNS memberikan perlindungan untuk setiap domain. Tepatnya, tigabelas server akar (root servers) digunakan oleh seluruh dunia. Program DNS maupun sistem operasi memiliki alamat IP dari seluruh server ini. Amerika Serikat memiliki, secara angka, semua kecuali tiga dari server akar tersebut. Namun, dikarenakan banyak server akar menerapkan anycast, yang memungkinkan beberapa komputer yang berbeda dapat berbagi alamat IP yang sama untuk mengirimkan satu jenis services melalui area geografis yang luas, banyak server yang secara fisik (bukan sekadar angka) terletak di luar Amerika Serikat.
DNS menggunakan TCP dan UDP di port komputer 53 untuk melayani permintaan DNS. Nyaris semua permintaan DNS berisi permintaan UDP tunggal dari klien yang dikuti oleh jawaban UDP tunggal dari server. Umumnya TCP ikut terlibat hanya ketika ukuran data jawaban melebihi 512 byte, atau untuk pertukaaran zona DNS zone transfer
Keamanan DNS
Sistem DNS umumnya tidak dienkripsi sehingga rawan untuk disadap oleh pihak tertentu, beberapa implementasi telah dibuat untuk meningkatkan keamanan DNS yaitu DNS over HTTPSDNS over TLS, dan DNSSEC.
Jenis-jenis catatan DNS
Beberapa kelompok penting dari data yang disimpan di dalam DNS adalah sebagai berikut:
·        A record atau catatan alamat memetakan sebuah nama host ke alamat IP 32-bit (untuk IPv4).
·        AAAA record atau catatan alamat IPv6 memetakan sebuah nama host ke alamat IP 128-bit (untuk IPv6).
·        CNAME record atau catatan nama kanonik membuat alias untuk nama domain. Domain yang di-alias-kan memiliki seluruh subdomain dan rekod DNS seperti aslinya.
·        MX record' atau catatan pertukaran surat memetakan sebuah nama domain ke dalam daftar mail exchange server untuk domain tersebut.
·        PTR record atau catatan penunjuk memetakan sebuah nama host ke nama kanonik untuk host tersebut. Pembuatan rekod PTR untuk sebuah nama host di dalam domain in-addr.arpa yang mewakili sebuah alamat IP menerapkan pencarian balik DNS (reverse DNS lookup) untuk alamat tersebut. Contohnya (saat penulisan / penerjemahan artikel ini), www.icann.net memiliki alamat IP 192.0.34.164, tetapi sebuah rekod PTR memetakan,,164.34.0.192.in-addr.arpa ke nama kanoniknya: referrals.icann.org.
·        NS record atau catatan server nama memetakan sebuah nama domain ke dalam satu daftar dari server DNS untuk domain tersebut. Pewakilan bergantung kepada rekod NS.
·        SOA record atau catatan otoritas awal (Start of Authority) mengacu server DNS yang menyediakan otorisasi informasi tentang sebuah domain Internet.
·        SRV record adalah catatan lokasi secara umum.
·        Catatan TXT mengizinkan administrator untuk memasukan data acak ke dalam catatan DNS; catatan ini juga digunakan di spesifikasi Sender Policy Framework.
Jenis catatan lainnya semata-mata untuk penyediaan informasi (contohnya, catatan LOC memberikan letak lokasi fisik dari sebuah host, atau data ujicoba (misalkan, catatan WKS memberikan sebuah daftar dari server yang memberikan servis yang dikenal (well-known service) seperti HTTP atau POP3 untuk sebuah domain.
Nama domain yang diinternasionalkan
Nama domain harus menggunakan satu sub-kumpulan dari karakter ASCII, hal ini mencegah beberapa bahasa untuk menggunakan nama maupun kata lokal mereka. ICANN telah menyetujui Punycode yang berbasiskan sistem IDNA, yang memetakan string Unicode ke karakter set yang valid untuk DNS, sebagai bentuk penyelesaian untuk masalah ini, dan beberapa registries sudah mengadopsi metode IDNS ini.
Perangkat lunak DNS
Beberapa jenis perangkat lunak yang menerapkan metode DNS, di antaranya:
·        BIND (Berkeley Internet Name Domain)
·        djbdns (Daniel J. Bernstein's DNS)
·        MaraDNS
·        QIP (Lucent Technologies)
·        NSD (Name Server Daemon)
·        Unbound
·        PowerDNS
·        Microsoft DNS (untuk edisi server dari Windows 2000 dan Windows 2003)
Utiliti berorientasi DNS termasuk:
·        dig (domain information groper)



Sumber : Wikipedia