Rabu, 05 Agustus 2020

Komunikasi Data

Pengertian Komunikasi Data
        Pengertian komunikasi data secara umum yang dapat dipahami adalah suatu proses pengiriman sekaligus penerimaan suatu data dan informasi melalui dua atau lebih perangkat. Di sini perangkat yang dimaksudkan adalah komputer atau media elektronik lainnya.
        Secara mendasar, proses komunikasi data melibatkan dua titik penting yang menjadi pusat dari pengiriman data sekaligus informasi. Proses ini dapat terjadi jika ada media penyalur atau saluran transmisi melalui peralatan tertentu seperti kabel, jaringan, dan sebagainya. Di antara dua titik tersebut masing-masing memiliki kode biner yang tersistem lewat saluran.

Komponen Komunikasi Data
        Aspek yang paling penting salah satunya yakni komponen komunikasi data yang harus ada dalam proses pengiriman atau penerimaan. Jika salah satu komponen tidak ada maka kedua proses tersebut otomatis tidak dapat dilakukan. Berikut ada 5 komponen dasar yang perlu Anda ketahui berkaitan dengan sistem komunikasi data.

1. Sumber Data
        Komponen pertama yakni sumber data, yakni tempat utama di mana kumpulan data sekaligus informasi dapat dimunculkan kemudian dikirimkan. Sumber juga bisa diartikan sebagai sumber asal dari suatu perangkat yang berfungsi untuk menginput data serta mengirimkannya ke tujuan penerima data.
        Perangkat sebagai sumber memiliki bentuk yang sangat beragam, antara lain seperti kumpulan teks yang terdiri dari tulisan, gambar, maupun video. Semua data sekaligus informasi tersebut tersistem dalam satu kesatuan kemudian masuk pada sistem komputer.
        Selain komputer, ada beberapa perangkat yang dijadikan sebagai sumber, antara lain seperti fax, telepon, PC, telegan, dan sebagainya. Setiap sumber ini nantinya dapat menghasilkan suatu gelompang elektromagnetik untuk mengirimkan data.

2. Transmitter
        Elemen penting selanjutnya yakni transmitter yang fungsinya untuk memproses beragam informasi data sebelum dikirimkan lewat media tertentu. Bentuk asli data sebenarnya berupa kode biner yang hanya diketahui para ahli saja. Untuk mengolah data tersebut agar menjadi sebuah file teks memerlukan media yang disebut transmitter.
        Transmitter ini membangkitkan kumpulan data terlebih dahulu kemudian mengolah dan memprosesnya sedemikian rupa. Setelah data tersebut diolah menjadi kategori teks tertentu maka akan diubah dan dikirimkan melalui perangkat lain dengan bentuk sinyal analog. Kemudian dikirimkan dan disalurkan kepada perangkat sebagai penerima data.
        Salah satu contoh dari transmitter seperti modem, yang fungsinya mengirimkan digital bit stream dari satu perangkat ke perangkat lain. Proses penyaluran tersebut dikirimkan lewat sinyal analog dari jaringan telepon.

3. Media Pengiriman atau Sistem Transmisi
        Selain transmitter, ada juga yang disebut sebagai sisem transmisi yakni media yang fungsinya membawa sinyal dari sumber transmitter menuju penerima. Tugas sistem transmisi secara khusus yakni mengirimkan data sekaligus informasi ke sumber penerima.
        Bentuk dari sistem transmisi seperti sebuah jalur yang sangat beragam, ada yang tunggal dan ada juga yang cukup kompleks. Jalur tunggal hanya perlu melewati satu jaringan, sedangkan lewat jalur kompleks memerkulan beberapa rangkaian sistem tertentu. Ada beberapa contoh sistem transmisi, yakni copper media, wireless media, dan optical media.

4. Penerima
        Komponen penting selanjutnya adalah perangkat yang dimiliki oleh penerima data atau informasi. Perankat tersebut berfungsi untuk menerima sinyal yang telah dikirimkan oleh sistem transmisi. Proses penerimaan tidak dilakukan secara langsung karena melalui tahap seperti saat proses transmitter sedang bekerja, contohnya yakni workstation.

5. Pengirim dan Tujuan
        Penerima sebenarnya tidak dapat menerima data tersebut secara langsung karena data masih perlu diubah ke bentuk sediakala. Data terlebih dahulu diproses ulang sama seperti pada kinerja transmitter. Setelah data dapat dikembalikan bentuk awalnya seperti sebelum dikirimkan pada tahap awal, barulah data utuh bisa diterima dalam bentuk teks.

Standard Komunikasi Data
        Aspek lainnya dalam komunikasi data yang sangat penting adalah beragam standard yang ada di dalamnya. Ada beberapa standard umum atau protokol yang selalu ada dalam proses komunikasi yang terjadi antar perangkat.
        Standar komunikasi data dikenal sebagai serangkaian protokol atau aturan yang memberikan izin bagi antar perangkat untuk melakukan perpindahan data. Hal utama yang ada pada protokol yakni penerapan standard teknis agar komunikasi real-time dapat dilakukan. Dari protokol inilah semua hubungan komunikasi ditentukan untuk berjalan dan berlangsung ataukah tidak.
        Protokol tersebut juga berkaitan dengan materi komunikasi data yang sangat bervariasi sesuai dengan tujuan penggunaan. Ada beberapa hal penting yang perlu Anda ketahui berkaitan dengan fungsi dari protokol.

1. Mendeteksi berbagai koneksi perangkat secara fisik.
2. Melakukan negosiasi tentang beragam karakteristik hubungan dalam proses komunikasi data.
3. Melihat dan menentukan tentang yang harusnya dilakukan ketika terdapat kerusahkan pada pesan.
4. Melakukan deteksi berbagai kerugian dalam hubungan antar jaringan sekaligus menghasilkan solusi untuk selanjutnya dilakukan.
5. Menentukan bagaimana sebuah format pesan yang tepat untuk digunakan.
6. Melakukan suatu metode yang disebut jabat tangan dalam sebuah komunikasi jaringan.
7. Mengakhiri adanya koneksi antar jaringan.

        Selain dari protokol di atas, berlangsungnya sebuah komunikasi yang dilakukan antar jaringan juga mempengaruhi adanya model komunikasi data. Ragam komunikasi tersebut muncul karena beberapa tipe atau channel dari sistem transmisi yang berbeda.
        Beberapa model komunikasi data yang sering terjadi dan lebih utama dilakukan yakni one way transmission atau dikenal sebagai transmisi searah atau simplex. Kemudian either way transmission atau half duplex yang dikenal transmisi dua arah secara bergantian. Terakhir yakni both way transmission atau full duplex, yakni transmisi dilakukan secara serentak dua arah.

Apa itu Simplex, Half duplex, dan Full duplex beserta contohnya

Simplex
        Simplex adalah teknik komunikasi data yang mengandalkan satu arah saja. Yang artinya penerima hanya mampu menerima tanpa bisa mengrim atau berinteraksi secara langsung dengan pengirim. Komunikasi data simplex ini mengirim data dengan teknik satu arah dan juga langsung diterima dalam waktu yang bersamaan. Teknologi komunikasi data simplex ini bisa Anda lihat contohnya pada saat Anda menonton televisi dan mendengarkan radio. Anda hanya bisa melihat / menonton dan mendengarkan saja siaran yang dibroadcast dari transmitter pengirim, tapi tidak dapat berinteraksi langsung dengan isi dari data atau pengirimnya.
        Teknologi komunikasi data simplex ini bisa Anda lihat contohnya pada saat Anda menonton televisi dan mendengarkan radio. Anda hanya bisa melihat / menonton dan mendengarkan saja siaran yang dibroadcast dari transmitter pengirim, tapi tidak dapat berinteraksi langsung dengan isi dari data atau pengirimnya. Contoh lainnya adalah mainframe ke monitor dan keyboard ke CPU.

Duplex
        Duplex adalah media komunikasi dua arah. Dimana pihak pengirim dan penerima bisa berkomunikasi dua arah secara bersama-sama. Contoh media yang menggunakan mode ini adalah telepon baik selular maupun fixed telepon rumah. Kedua belah pihak bisa berbincang secara bersama-sama. Mode komunikasi ini dapat diplikasikan saat media transmisi dibagi dua. Satu untuk masing-masing sisi.

•Half Duplex
        Adalah media komunikasi dua arah. Namun berbeda dengan duplex, half duplex berkomunikasi dua arah secara saling bergantian. Jadi saat terjadi komunikasi antara A dan B. Saat A mengirim informasi (berbicara) maka B akan menerima informasi (mendengarkan). Demikian terjadi proses yang sebaliknya (vice versa). Contoh media yang menggunakan media ini adalah radio walkie talkie.
         Dua penggunanya harus menekan sebuah tombol untuk berbicara dan melepaskan tombol tersebut untuk mendengar. Ketika dua orang menggunakan walkie-talkie untuk berkomunikasi pada satu waktu tertentu, hanya salah satu di antara mereka yang dapat berbicara sementara pihak lainnya mendengar. Jika kedua-duanya mencoba untuk berbicara secara serentak, kondisi “collision” (tabrakan) pun terjadi dan kedua pengguna walkie-talkie tersebut tidak dapat saling mendengarkan apa yang keduanya kirimkan.

•Full Duplex
        Dalam komunikasi full-duplex, dua pihak yang saling berkomunikasi akan mengirimkan informasi dan menerima informasi dalam waktu yang sama, dan umumnya membutuhkan dua jalur komunikasi. Komunikasi full-duplex juga dapat diraih dengan menggunakan teknik multiplexing, di mana sinyal yang berjalan dengan arah yang berbeda akan diletakkan pada slot waktu (time slot) yang berbeda. Kelemahan teknik ini adalah bahwa teknik ini memotong kecepatan transmisi yang mungkin menjadi setengahnya. Contoh media pengguna komunikasi full duplex adalah handphone.